Halooo kali ini saya akan membahas tentang salah satu "fenomena" yang sedang happening banget nih. Teman-teman tau kan kalau Indonesia itu memang negara kaya, mulai dari suku bangsa, agama, makanan daerah, tari
tradisional, dan lain sebagainya. Nah Indonesia juga kaya akan budaya dan
bahasa, contohnya aja suku Jawa dengan bahasa dan tradisi Jawa-nya, suku Sunda dengan lemah lembut bahasa sundanya, dan masih
banyak lagi.
Eiiiittss tapi sekarang budaya dan tradisi yang sedang digemari
(khusunya oleh beberapa remaja Indonesia) bukan budaya seperti yang disebutin di
atas tadi loh. Budaya ini entah sejak kapan sudah ada masalahnya sejak menduduki kelas 5 sd juga budaya ini udah ada dan menurut pendapat saya, sekarang
remaja lebih memilih budaya yang baru ini, emang sih gak semua remaja sreg dan
suka sama budaya yang baru ini. Emang apa sih lan budayanya? .!! Let’s check it guyss..
Ternyata eh ternyata budaya yang dimaksud adalah maraknya fenomena Alay.!! uuuh siapa sih yang gak pernah terpengaruh dengan budaya
yang satu ini, sebenarnya alay itu bukan budaya loohh..kata ALAY sendiri mempunyai arti dalam gaya bahasa, terutama
bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf
besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat
secara berlebihan.
Tapi
karena alay udah biasa terjadi di kalangan para remaja, sekarang alay seperti
budaya baru bagi para remaja. Entah apa yang membuat semua orang bangga
menggunakan/membuat barang yang ber-bau ‘alay’. Apa karena mereka takut
dibilang jadul?gak up to date?cupu?norak? atau sebagainya??.
Naaah kebetulan saya punya cerita yang pas banget dengan topik yang sedang dibicarakan,
okay cerita ini tentang ‘SMS’ yang datang dari temen Agung (adik saya) yang menggunakan bahasa ala-ala anak gaul pada zamannya. Kurang lebih seperti ini cuplikannya..
Waktu
itu sekitar jam 15.32 WIB (hari apanya lupa) saya dan ibu lagi nonton TV,
terus ada SMS masuk ke hp ibu. Kemudian langsung dibaca SMSnya sama ibu.
Pertamanya sih ekspresi ibu biasa-biasa aja, mungkin karena gak ngerti dengan
isi SMS nya selang beberapa menit kemudian ekspresi ibu berubah jadi kesel
sendiri, saya sih masih santai-santai aja nonton. Karena udah kesel atau emang ga bisa
baca SMS nya akhirnya ibu minta tolong bacain SMS itu.
Ibu
: "ka, coba nih bacain SMSnya ibunya ga ngerti"
Saya : "mana sini hp nya? coba liat"
Ibu
: (ngasih hp)
pertama saya lihat dulu SMSnya, hmmm.. ALAY pantes aja ibu ga bisa bacanya. Udah itu gue bacain SMS nya, SMS nya kaya gini :
SMS : ‘ uwee Dag dHiieey lApZz FutdZaLL, pEt dt9.!’ (read: gue udah di lapangan
futsal, cepet datang.!)
Kemudian saya kasih tau ibu
Saya : "nih bu, kata nya 'gue udah di lapangan futsal cepet datang' gitu"
Ibu : "emang ini SMSnya untuk siapa trus dari siapa?’
Saya : " paling geh untuk si Agung (adik gue)"
Ibu : "AGUUUUUUNNNGGGG..!!" *manggil agung*
Seketika dia datang dengan kecepatan cahaya
Agung
: "apa bu?"
Ibu : " ini SMS dari temen kamu yah?? SMSnya bikin sakit mata orang yang baca, jangan diikutin ....
~!@#$%^&*@#$% "
Di
situ ibu marahin Agung, sampe Agung mau membela diri juga dikacangin ๐๐๐๐.
Gimana
bacanya?pusing gak? Ngerasa aneh ga?? Nah dari situ itu, gue nyimpulin
dikit-dikit bahwa alay itu membawa beberapa kerugian, beberapa kerugian
menggunakan bahasa ALAY saat SMS antara lain :
1. Bikin
pusing orang yang bacanya
2. Kalau
ngetik SMS dengan bahasa ALAY itu lamaa baaannggeett, harus nentuin besar
kecilnya huruf lah, biar bagus gimana lah, ini lah-itu
lah pokoknya ribet aja
3. Image kamu di mata orang mungkin akan sedikit jelek. Coba bayangin kalo kamu tiba-tiba sms dengan menggunakan bahasa alay ke guru kamu? hmmm deskripsikan sendiri lah yaa
Mungkin
segitu dulu kerugian dari dunia ALAY. Pokok nya gue mau mengingatkan
kawan-kawan semua "Jangan
sampai kita masuk ke dunia yang bikin kita merugi ". Apa salahnya kita
menggunakan bahasa yang baik dan benar, toh itu memang hal yang seharusnya dilakukan saat ini, dan sampai kapan pun. Tulisan ini tidak niat memojokan yang salah satu pihak ko, kita boleh aja menggunakan ‘bahasa gaul’ tapi ingat semua ada
batasannya. Jangan sampai kebudayaan yang harus kita jaga malah menjadi hilang
gara-gara pergaulan remaja yang semakin memburuk. Memangnya kalau kita
menggunakan bahasa sehari-hari kita akan ketinggalan zaman? Kita ga gaul?.
Perinsip itu harus kita buang jauh-jauh agar budaya Indonesia bisa dijaga
keutuhannya.
Jadi lah diri sendiri, apa adanya, dan jangan cepat terpengaruh
dengan sesuatu yang baru, kita harus bisa memilah mana yang baik untuk kita dan
tidak menghilangkan ciri khas bangsa. Karena ciri khas bangsa adalah kekayaan
bangsa itu tersendiri. Oke deh segitu dulu
postingan kali ini, dan jika ada yang tersinggung dengan postingan ini mohon maaf sebesar-besarnyaa karena saya juga pernah merasakannya dan dengan sadar sepenuhnya sudah tobat sekarang๐
. See you on the next postingan kawaaaan๐

authornya pengguna aktif bahasa alay gak nih? :v
BalasHapus